Senin, 12 September 2016

Menyapih dengan Kasih

Sakha baru 18 bulan saat tahu ternyata positif hamil. Agak diluar rencana. Awalnya ingin Sakha supaya lulus ASI 2 tahun. Namanya anugrah, disyukuri saja.
Dilemanya kali ini adalah, menyapih atau tidak. Browsing-browsing artikel sejauh ini tidak ada larangan menyusui saat hamil. Tapi pertimbangan karena akan hamil sendiri (bapaknya msh kerja) dan juga mengurus anak rasanya akan berat sekali kalau msh menyusui. Apalagi resiko kontraksi yang mungkin terjadi jika menyusui saat hamil. Jadi untuk menyampingkan resiko kami memutuskan untuk menyapih Sakha 😢

H-1 mulai meyakinkan Sakha kalau dia sudah besar, jadi minum susu pakai gelas saja. Pagi-siang-sore masih lancar. Malam masih sy izinkan untuk minum ASI.

H pagi-siang-sore ya masih cukup aman seperti biasanya. Karena ada Ajik (bapaknya) yang selalu bisa mengalihkan perhatiannya. Saat tidur malam, Sakha yang sudah sangat mengantuk tetap berusaha untuk minta ASI penuh tangis dan teriakan. 😩 Berkali-kali ajiknya berusaha menidurkan. Ini jadi malam yang sangat panjang, karena Sakha maunya digendong. Setiap direbahkan selalu bangun lagi dan minta ASI.

H+1 saat pagi seperti Sakha sudah tiba-tiba lupa. Seharian sama sekali tidak minta ASI. Bahkan saat malam setelah minum susu dengan gelas Sakha langsung tertidur sendiri.

Ternyata semudah itu?
Tidaaaaak, untuk kasus Sakha memang sudah selesai. Tapi bengkaknya si sumber ASI malah yang membuat si Ibunya drama selama 10 hari. 10 hari bengkak, yang bahkan mengangkat tangan saja nyeri 😰
Cuma, baiknya setelah saat itu Sakha tidur malam semakin lelap, bahkan tanpa bangun malam lagi. Makanya jg jadi makin lahap, mungkin karena tidak ada selingan ASI jd lebih terasa lapar.


Untuk berbagi pengalaman, sebelum menyapih perbanyak membaca cara-cara menyapih yg tidak membuat anak drama dan trauma.
Dulu berbagai mitos muncul untuk menyapih, kasi yang pahit-pahit lah diputing supaya anak kapok. Hmm. Percayalah, jangan memulai menakuti anak dengan cara seperti itu.
Beberapa orang juga bilang supaya pisahkan anak-ibu supaya anak lupa. Anak sudah cukup stress karena ASI tiba-tiba distop, apalagi harus dijauhkan dari Ibunya. Tentu cara ini sangat jauh dari kasih.

Pengertian, penjelasan, dan waktu adalah cara yang terbaik. Buktinya Sakha bisa disapih dengan kasih tanpa drama (ada sih drama sedikit) 😜

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar